Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Aceh memiliki akar sejarah yang tidak terpisahkan dari lahir dan berkembangnya Yayasan Almuslim Peusangan serta perjalanan panjang pendidikan Islam di Aceh. Cikal bakal Fakultas Tarbiyah bermula dari berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Almuslim pada tahun 1985 di bawah naungan Yayasan Almuslim Peusangan.
STIT Almuslim didirikan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat Peusangan dan Aceh pada umumnya terhadap tenaga pendidik muslim yang beriman, bertakwa, profesional, dan memiliki kompetensi akademik yang memadai. Pada masa awal pendiriannya, STIT Almuslim hanya membuka satu program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan visi “Mewujudkan sarjana muslim yang terampil dan profesional, beriman, bertakwa, dan bermoral berdasarkan ajaran Islam dan falsafah Pancasila serta mampu berkompetisi secara lokal dan nasional.”
Seiring dengan dinamika perkembangan pendidikan tinggi Islam dan meningkatnya kepercayaan masyarakat, STIT Almuslim mengalami peningkatan status kelembagaan. Pada tahun 2010, STIT Almuslim secara resmi beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Almuslim Bireuen, berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor Dj.I/675/2010 tanggal 6 Oktober 2010. Perubahan status ini menjadi tonggak penting bagi penguatan kelembagaan dan pengembangan program akademik bidang tarbiyah.
Dalam fase STAI Almuslim, bidang kependidikan terus diperkuat dengan hadirnya program studi baru yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan Islam, yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI), di samping Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal ini menandai semakin jelasnya peran STAI Almuslim sebagai pusat pengembangan ilmu tarbiyah dan keguruan Islam di wilayah Peusangan dan Aceh.
Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 2014 ketika STAI Almuslim Bireuen resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh. Bersamaan dengan perubahan status tersebut, bidang tarbiyah semakin kokoh dengan penambahan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Sejak saat itu, rumpun tarbiyah menjadi salah satu pilar utama pengembangan akademik di IAI Almuslim Aceh, dengan tiga program studi utama: Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Bahasa Arab.
Fakultas Tarbiyah secara resmi berfungsi sebagai unit akademik yang mengelola dan mengembangkan ketiga program studi tersebut, dengan fokus pada penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kependidikan Islam. Fakultas ini berperan aktif dalam mencetak pendidik dan tenaga kependidikan yang berkarakter islami, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Seiring peningkatan status kelembagaan IAI Almuslim Aceh menjadi Universitas Islam Aceh (UIA) berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1258 Tahun 2024, Fakultas Tarbiyah terus melanjutkan eksistensi dan pengembangannya sebagai salah satu fakultas inti di lingkungan universitas. Fakultas Tarbiyah UIA berkomitmen untuk memperkuat mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia Aceh dan Indonesia melalui pendidikan Islam yang unggul dan berkelanjutan.
Dengan landasan historis yang kuat sejak tahun 1985 hingga menjadi bagian dari Universitas Islam Aceh saat ini, Fakultas Tarbiyah UIA terus berupaya menjaga warisan perjuangan pendirinya, sekaligus melakukan inovasi dan pembaruan dalam rangka menjawab tantangan pendidikan di era global.

