HMP PBA IAI Almuslim Aceh Gagas Kegiatan ‘Meulincah’ sebagai Ajang Silaturrahmi
HMP PBA IAI Almuslim Aceh Gagas Kegiatan ‘Meulincah’ sebagai Ajang Silaturrahmi

HMP PBA IAI Almuslim Aceh Gagas Kegiatan ‘Meulincah’ sebagai Ajang Silaturrahmi

Paya Lipah – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Institut Agama Islam (IAI) Almuslim Aceh menginisiasi kegiatan meulincah (makan rujak bersama) sebagai wadah temu ramah dan silaturrahmi antar civitas akademika. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Terbuka Kampus Paya Lipah, Sabtu (18/5/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi PBA, para dosen, serta mahasiswa dan mahasiswi Prodi PBA IAI Almuslim Aceh. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.

Ketua HMP PBA Periode 2023–2024, Muhammad Khaidir, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, meulincah merupakan simbol kebersamaan yang mampu mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen.

“Kegiatan meulincah ini menjadi wujud kekompakan keluarga besar Prodi PBA. Selain sebagai ajang silaturrahmi, kegiatan ini juga kami harapkan dapat menjadi sarana penguatan prodi dan mempererat rasa persaudaraan,” ujarnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Meulincah di Aula Terbuka Paya Lipah City: Ajang Silaturrahmi dan Penguatan Prodi PBA” ini secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi PBA, Hendri Julian, M.Ed.

Dalam sambutannya, Hendri menyampaikan apresiasi kepada HMP PBA atas inisiatif dan kreativitas mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan yang bernilai kebersamaan dan budaya.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan meulincah yang digagas oleh HMP PBA. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun karakter, solidaritas, serta kerja sama antar mahasiswa dan dosen. Semoga agenda seperti ini terus berlanjut dan menjadi tradisi positif di Prodi PBA,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, para dosen turut berdiskusi dan berbagi pandangan terkait dinamika pembelajaran serta perkembangan akademik mahasiswa di lingkungan Prodi PBA.

Salah satu dosen PBA, Ustaz Drs. Akhtiar Ismail, Lc., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan meulincah tidak hanya mempererat silaturrahmi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

“Kegiatan ini mengajarkan kita pentingnya menjaga tradisi dan kebersamaan di tengah kesibukan akademik. Hubungan yang harmonis antara dosen dan mahasiswa akan berdampak positif pada proses pembelajaran,” tuturnya.

Apresiasi juga datang dari mahasiswa PBA, Ustaz Syafi’i, yang menilai kegiatan ini sebagai bukti sinergi yang baik antara mahasiswa dan dosen.

“Acara ini mencerminkan hubungan yang harmonis di Prodi PBA. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAI Almuslim Aceh turut memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan meulincah sebagai bentuk pembinaan non-akademik yang penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang humanis dan berbudaya.

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk membangun kebersamaan, komunikasi, dan nilai-nilai kultural di lingkungan kampus. Kami berharap mahasiswa terus aktif menghadirkan kegiatan positif yang mendukung penguatan karakter dan identitas akademik,” ungkap Dekan.

Kegiatan silaturrahmi ini ditutup dengan makan rujak bersama yang berlangsung penuh keakraban, menandai eratnya hubungan kekeluargaan antara dosen dan mahasiswa Prodi PBA IAI Almuslim Aceh.

Belum ada komentar

Artikel Terkait